PENCARIAN BUKU
Popular Posts
Fanspage Secangkir Buku
Blogger news
Recomended
IBUNDA (Maxim Gorky)
Judul: IBUNDA Penulis: Maxim Gorky Penerjemah : Pramoedya Ananta Toer Sebuah buku yang menceritakan tentang sosok perempuan yan...
About
Blog Archive
Secangkir Buku. Diberdayakan oleh Blogger.
Pembayaran dan Pengiriman
Pembayaran bisa dilakukan dengan transfer ke BRI dan buku akan dikirim setelah menerima bukti transfer melalui bbm atau whatsapp.
Kami menggunakan jasa pengiriman POS Indonesia dengan menggunakan paket kilat khusus.
Kami belum ada toko offline tapi melayani COD untuk wilayah Sleman Yogyakarta ^^
Kami menggunakan jasa pengiriman POS Indonesia dengan menggunakan paket kilat khusus.
Kami belum ada toko offline tapi melayani COD untuk wilayah Sleman Yogyakarta ^^
Kontak Telepon
HP:
087803872802 || 087712861777
Pin BB:
5A87AE97 || 57AE33FF
087803872802 || 087712861777
Pin BB:
5A87AE97 || 57AE33FF
Senin, 21 Desember 2015
Judul: Belanja Sampai Mati
Penulis: Alissa Quart
Penerbit: Resist Book
40 K
Merasakan libur kerja untuk ketenangan jiwa dan pikiran. Jangan lupa bahagia ya.
Malam minggu sengaja saya keliling jogja, dan seperti malam minggu yang sudah-sudah. Tempat paling ramai adalah Mall. Jalan depan tempat perbelanjaan adalah sumber kemacetan yang menjalar sampai sampai jarak yang tidak mungkin saya ukur. Kasusnya adalah belanja. Belanja sampai mati, itulah sindiran dari Alissa Quant dan juga lagu bagusnya Efek Rumah Kaca "belanja sampai mati".
Masyarakat kita sudah terjangkiti budaya konsumtif. Suka berbelanja meski barang yang dibeli tidaklah penting untuk dimiliki. Gaya hidup yang hedon ditambah pendapatan yang lumayan menjadikan kaum sosialita terutamanya, hilang ingatan dan buntu akal sehatnya. Fenomena semacam ini terus berlanjut dan bahkan menjalar sampai remaja-remaja, kaum kimcil yang tanpa pendapatan. Hingga malam minggu yang dituju adalah Mall, paginya Mall lagi. Minggu adalah hari untuk Mall. Padahal hari lainnya juga sudah sering ke Mall. Pantai yang indah, pegunungan yang asri, museum penyimpan sejarah, sudut-sudut kota yang eksotik tidaklah menarik untuk dikunjungi.
Mari menelaah gaya hidup manusia yang tidak terwaraskan lagi.
Penulis: Alissa Quart
Penerbit: Resist Book
40 K
Merasakan libur kerja untuk ketenangan jiwa dan pikiran. Jangan lupa bahagia ya.
Malam minggu sengaja saya keliling jogja, dan seperti malam minggu yang sudah-sudah. Tempat paling ramai adalah Mall. Jalan depan tempat perbelanjaan adalah sumber kemacetan yang menjalar sampai sampai jarak yang tidak mungkin saya ukur. Kasusnya adalah belanja. Belanja sampai mati, itulah sindiran dari Alissa Quant dan juga lagu bagusnya Efek Rumah Kaca "belanja sampai mati".
Masyarakat kita sudah terjangkiti budaya konsumtif. Suka berbelanja meski barang yang dibeli tidaklah penting untuk dimiliki. Gaya hidup yang hedon ditambah pendapatan yang lumayan menjadikan kaum sosialita terutamanya, hilang ingatan dan buntu akal sehatnya. Fenomena semacam ini terus berlanjut dan bahkan menjalar sampai remaja-remaja, kaum kimcil yang tanpa pendapatan. Hingga malam minggu yang dituju adalah Mall, paginya Mall lagi. Minggu adalah hari untuk Mall. Padahal hari lainnya juga sudah sering ke Mall. Pantai yang indah, pegunungan yang asri, museum penyimpan sejarah, sudut-sudut kota yang eksotik tidaklah menarik untuk dikunjungi.
Mari menelaah gaya hidup manusia yang tidak terwaraskan lagi.
Label:
WACANA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
Sebagaimana mindset manusia jaman kini
Posting Komentar